Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tidak berjuang dengan turun ke medan perang membawa senjata, melainkan disebut pahlawan karena jasanya dalam mencerdaskan bangsa. Derajat seorang guru sungguh mulia, bahkan agama pun menganjurkan kita untuk menghormati dan menghargai guru.

Memang sudah sepantasnya kita menghormati dan menghargai guru. Dengan ilmu yang dimilikinya, mereka membimbing kita dari yang semula tidak tahu menjadi tahu. Sehingga sudah sepatutnya kita memberikan ucapan terima kasih dengan tulus pada guru.

Namun, apa yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Banyak kasus dimana para pelajar menunjukkan sikap tidak hormatnya pada guru, seperti yang sempat viral terjadi adalah pelaporan guru ke pihak berwajib hanya karena guru menghukum seorang pelajar yang melakukan perilaku menyimpang. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang seharusnya seorang pelajar atau murid lakukan.

Guru adalah orangtua kedua setelah orangtua kandung. Tugas utama mereka adalah membimbing dan mendidik muridnya dengan harapan supaya menjadi sosok yang lebih baik. Menghukum saat seorang murid melakukan perilaku yang menyimpang merupakan bentuk pendisiplinan, menunjukkan bahwa apa yang dilakukan murid tersebut salah. Berharap dengan begitu si murid akan kapok dan tidak mengulangi lagi apa yang dilakukannya. Guru memiliki tujuan baik atas sikapnya tersebut.

Seharusnya tindakan guru ini menjadi suatu bentuk rasa terima kasih tersendiri bagi seorang murid. Menyadari bahwa gurunya masih peduli dan membimbing dirinya menuju jalan yang benar, seperti halnya yang dilakukan orangtua. Meskipun guru tersebut menunjukkan kepeduliannya dengan cara yang keras seperti pukulan, amarah dan semacamnya, namun tetap, seorang murid tidak diperkenankan untuk berlaku tidak hormat dan sudah sepatutnya memiliki rasa terima kasih pada guru.

Selain orangtua, guru memang menjadi salah satu faktor penentu apakah seorang anak nanti menjadi sosok pribadi yang baik atau buruk. Khususnya dilihat dari metode pembelajaran yang seorang guru gunakan.

Tidak semua guru sesuai dengan keinginan kita. Sudah pasti setiap individu memiliki guru yang tidak disukai, entah karena cara mengajarnya yang membosankan, hukuman yang terlalu keras, dan lain sebagainya. Hal itu wajar. Karena pada hakikatnya setiap manusia dilahirkan berbeda, tidak sama.

Namun, setidaksukanya seorang murid atau pelajar kepada gurunya, kita dianjurkan untuk menghormati dan menghargai guru. Biar bagaimanapun beliau adalah seorang guru yang telah berjasa mendidik kita dengan membagi ilmu yang ia punya. Lupakan semua sisi negatifnya, dan ambil sisi positifnya. Tunjukkan sebuah penghormatan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada guru.

Menunjukkan rasa terima kasih pada guru dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan ungkapan langsung, memberikan hadiah, termasuk mendoakan guru tersebut supaya tetap sehat selalu.

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tidak meminta imbalan dalam bentuk apa pun selain mengharapkan muridnya menjadi sosok yang lebih baik, bahkan jauh lebih baik dari dirinya. Melihat muridnya menjadi pribadi yang sukses, adalah sebuah penghargaan tersendiri bagi seorang guru. Sehingga menghormati, menghargai dan berterima kasih padanya, bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan.

Mulianya derajat seorang guru, sehingga ditetapkanlah hari-hari tertentu sebagai peringatan hari guru. Seperti tanggal 5 Oktober yang ditetapkan sebagai hari guru sedunia (World Teacher’s Day), dan tanggal 25 November yang menjadi hari guru nasional se Indonesia. Dengan adanya hari guru, kita diajak untuk mengingat kembali semua jasa-jasa guru dan memberikan apresiasi padanya berupa ungkapan rasa terima kasih.

Salah satu cara mengungkapkan rasa terima kasih pada guru adalah dengan menuliskan surat. Tuangkan semua hal positif yang telah guru tersebut berikan padamu, seperti ilmu yang dia ajarkan padamu. Ungkapkan seberapa besar dirimu menghormati serta menghargainya. Rangkai kata seindah mungkin, dan jangan lupa sisipkan kata “terima kasih” serta “maaf” bila kamu pernah berbuat buruk padanya.

Mengungkapkan rasa terima kasih pada guru juga bisa dilakukan dengan menyanyikan sebuah lagu, lagu yang tentunya sarat akan rasa terima kasih dan akan lebih baik apabila lagu tersebut adalah lagu buatan sendiri. Menunjukkan rasa terima kasih memang tidak harus selalu diungkapkan dengan kata-kata. Namun dengan sebuah kata, rasa terima kasih itu akan tersampaikan dan memberikan sebuah makna berarti bagi sosok yang menerimanya.

Jika tidak pandai merangkai kata dan nada, rasa terima kasih juga bisa ditunjukkan dengan memberi hadiah. Setiap hari ulang tahunnya, atau saat hari guru tiba, siapkan sebuah kado atau bingkisan yang sekiranya disukai dan akan membuat senang guru tersebut. Dan sisipkan kata “terima kasih” pada kartu ucapan bersama kado/bingkisan itu. Meski bukan barang yang mahal, guru yang menerimanya akan sangat tersentuh karena menganggap jika dirinya adalah sosok yang berharga bagi si murid.

Selain cara-cara diatas, masih ada banyak lagi cara dalam mengungkapkan rasa terima kasih pada guru. Namun yang pasti, jangan pernah lupakan semua guru yang ada dalam hidupmu dan sampaikan rasa terima kasihmu padanya atas ilmu-ilmu yang telah mereka berikan. Niscaya, semua ilmu yang kau dapat dari gurumu akan bermanfaat dan membawa berkah.

Deskripsi: Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tidak berjuang dengan turun ke medan perang membawa senjata, melainkan disebut pahlawan karena jasanya dalam mencerdaskan bangsa. Derajat seorang guru sungguh mulia, bahkan agama pun menganjurkan kita untuk menghormati dan menghargai guru.

Sumber Foto: edutopia.org